Pilar dan Fondasi Hidup Kristiani Masa Kini

Nilai-nilai dasar hidup kristiani yang perlu diperjuangkan adalah keadilan, kejujuran, kebenaran, kedamaian, serta keutuhan lingkungan hidup.

Jika kehidupan diibaratkan seperti rumah, maka nilai-nilai hidup Kristiani menjadi fondasi serta pilar-pilarnya. Nilai-nilai Kristiani yang dimaksud adalah keadilan, kebenaran, kejujuran, kedamaian serta keutuhan alam ciptaan.

Kelima nilai kehidupan ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Nilai yang satu mengandaikan adanya nilai yang lain. Jika salah satu nilai tersebut tidak terwujud, maka nilai-nilai yang lain akan sulit diwujudkan.

Kehidupan kristiani yang baik perlu didasari oleh kelima nilai ini. Sebab, nilai-nilai tersebut bersumber dari Allah sendiri yang ditulis dalam Kitab Suci. 

Keadilan merupakan suatu kondisi yang didambakan setiap insan manusia. Adil berarti tidak berat sebelah, berpihak kepada yang benar atau berpegang pada kebenaran. Keadilan berarti memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya, baik itu hak asasi maupun hak sipil. De facto, dalam kehidupan masyarakat kita menemukan banyak praktek ketidakadilan, entah dari segi ekonomi, politik, hukum, sosial dan budaya. Semua tindakan ini menunjukkan bahwa masyarakat kita, sadar atau tidak sadar, sering tidak menghormati hak milik orang lain. Sebagai orang Kristen, kita yakin bahwa Allah adalah penguasa tertinggi dan pemilik segala sesuatu. Ia menganugerahkan kepada manusia hak milik. Apa yang diperoleh atau dicapai dengan usahanya sendiri dapat juga ia gunakan bagi kepentingan pribadi. Berdasarkan kodrat, ia berhak atas milik pribadi. Perintah ketujuh dan kesepuluh dalam Sepuluh Perintah Allah melindungi hak milik. Kedua perintah itu mewajibkan kita mengamalkan keadilan; merelakan dan memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya.

Hal lain yang berkaitan dengan keadilan adalah soal kebenaran. Kebenaran berarti suatu keadaan atau kondisi yang sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Kebenaran juga berarti hal yang sungguh-sungguh benar. Karena itu kebenaran berkaitan erat dengan kejujuran. Orang jujur berarti orang yang bertindak atas dasar kebenaran. Kontra dari kebenaran adalah kebohongan, dusta, fitnah, tipu muslihat. Dengan perkataan lain, orang dapat memanipulasi kebenaran dengan tipu daya dan fitnah untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Di Indonesia kita dapat menyaksikan secara vulgar di ranah politik misalnya, orang atau kelompok melakukan fitnah terhadap lawan politik dengan memutarbalikkan fakta tentang lawan politiknya; entah menyangkut suku/ etnis/ras, agama, bahkan menyangkut urusan yang sangat pribadi seperti keluarga. 

Dalam Kitab Suci kebenaran tidak hanya berarti tidak berbohong, melainkan juga mengambil bagian dalam kehidupan Allah. Allah adalah sumber kebenaran, karena Allah selalu berbuat sesuai dengan janji-Nya kepada manusia, maka Allah berfirman: “Jangan bersaksi dusta!” (Kel. 20: 8). 

Nilai dasar berikutnya adalah kejujuran. Nilai kejujuran nampaknya sangat mahal dan langka kita temukan dalam kehidupan bangsa kita, termasuk dalam dunia pendidikan. Dalam kasus ujian nasional misalnya, kita masih terus mendengar banyak lembaga pendidikan yang merekayasa proses ujian hanya untuk meluluskan para peserta didiknya. Di bidang moral politik dan ekonomi, Indonesia termasuk negara peringkat atas dalam masalah korupsi. Korupsi adalah perilaku tidak jujur dari seseorang karena mencuri uang negara, uang rakyat untuk kepentingan pribadi. Jujur berarti tulus hati, tidak curang terhadap diri sendiri dan tidak curang terhadap orang lain. Kejujuran merupakan keselarasan antara kata hati dan kata yang diucapkan, antara kata yang diucapkan dan sikap serta perbuatan nyata. Sebagai orang Kristen tentu saja kita dinasihati untuk selalu bersikap jujur. 

Di tengah semua ketidakjujuran dan ketidakbenaran ini, kita harus tetap bersikap benar, jujur, dan adil. Kata-kata dan tingkah laku seorang Kristen sejati hendaknya dapat dipercayai. Yesus berkata: “Jika berkata ‘ya’ hendaknya ‘ya’, jika berkata ‘tidak’ hendaknya ‘tidak’; apa yang lebih dari itu berasal dari si jahat (bdk.Mat 5:37). Yesus juga menuntut supaya kita bersikap jujur. Terhadap orang yang munafik seperti kaum farisi, Yesus bersikap sangat tegas (bdk.Mat 23: 1-34).

Nilai dasar hidup lain yang perlu ditanam dan dikembangkan adalah perdamaian. Di pelbagai bangsa dewasa ini kita masih menyaksikan pertikaian dan peperangan, entah itu antar sesama bangsa (perang saudara) atau antar-negara tetangga seperti Israel dengan Palestina. Segala upaya telah dilakukan, baik oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) maupun oleh tokoh atau negara tertentu. Misalnya Gereja Katolik sekaligus negara kota Vatikan melalui Sri Paus yang berusaha untuk terus mendamaikannya.

Sementara dalam negeri Indonesia, kedamaian hidup warga negara kadang-kadang terusik, entah karena urusan politik ataupun oleh sentimen suku dan agama. Dalam dunia pendidikan, kita pun tidak jarang menyaksikan kekerasan antarpelajar, dan antarmahasiswa. Budaya sekolah yang sejatinya menciptakan manusia-manusia berkarakter, beraklak mulia ternyata berperilaku sebaliknya, merusak, mengeroyok bahkan menghilangkan nyawa sesamanya. Karena itu perlu kita semua sadari bahwa perdamaian sangat penting bagi kelangsungan dan perkembangan hidup manusia.

Manusia ingin mencari suatu ketenangan hidup yang memungkinkan setiap orang dapat mengembangkan dirinya dengan lebih manusiawi dalam persaudaraan. Tidak mungkinkah manusia mewujudkan perdamaian yang pada dasarnya merupakan kehendak Allah di dalam hati setiap orang? Mewujudkan perdamaian memang memerlukan kesadaran, pengakuan, dan penghormatan terhadap martabat dan hak dasar manusia. Perampasan terhadap hak-hak dasar orang lain membawa bencana besar. Karena itu, menghormati martabat dan hak dasar orang lain merupakan dasar untuk mewujudkan suatu perdamaian sejati. 

Perdamaian tidak mungkin tercipta selama orang berkeinginan menguasai sesama, merendahkan orang lain dan saling menuding kesalahan pada orang lain. Yesus sendiri datang ke dunia untuk mewartakan kasih dan cinta damai. Ia mendorong supaya tercipta budaya persaudaraan sejati karena kita sama-sama putra-putri Allah. Banyak orang dari zaman ke zaman telah menerima warta-Nya dan telah memperjuangkan perdamaian itu, tetapi rupanya perjuangan ini belum selesai.

Nilai dasar yang tidak kalah pentingnya adalah keutuhan alam lingkungan atau keutuhan ciptaan. Sejak awal mula Allah menciptakan manusia yang harmoni dengan lingkungan alam. Di dalam alam terdapat rantai kerja sama antara semua ciptaan untuk saling menunjang dan menghidupi satu dengan yang lain. Terdapat rantai kerja sama antara tanah, matahari, udara, flora, fauna, dan manusia. Rantai kerja sama itu dimulai dari tumbuh-tumbuhan yang menggunakan zat-zat dari tanah dan tenaga sinar matahari untuk membentuk jaringan sel tumbuhan. Tumbuh tumbuhan itu bertumbuh dan berkembang. Kemudian, tubuh-tumbuhan dimakan oleh binatang herbivora atau pemakan tumbuh-tumbuhan. Binatang herbivora selanjutnya dimakan oleh binatang karnivora atau pemakan daging. Terakhir, manusia ikut serta dalam rantai kerja sama itu dengan memakan binatang karnivora. Kitab Suci secara simbolik menceritakan bahwa Tuhan menciptakan unsur-unsur alam ini satu per satu.

Kitab Suci menandaskan: “Allah melihat bahwa semuanya itu baik.” Oleh karen itu, kita harus bersikap mengagumi dan bersyukur terhadap alam lingkungan kita, karena darinya kita dapat hidup dan berkembang. 


COMMENTS

Nama

Info Katolik,14,Katekese,71,Pendidikan Agama Katolik Kelas 10,21,Pendidikan Agama Katolik Kelas 11,14,Pendidikan Agama Katolik Kelas 12,10,Renungan Harian,78,
ltr
item
Iman Budi Pekerti: Pilar dan Fondasi Hidup Kristiani Masa Kini
Pilar dan Fondasi Hidup Kristiani Masa Kini
Nilai-nilai dasar hidup kristiani yang perlu diperjuangkan adalah keadilan, kejujuran, kebenaran, kedamaian, serta keutuhan lingkungan hidup.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWkcCy1oXlPPEYTO_km3dwPN3knAorULDXHXHur-VGUf3Z-TrvxMBICQdunN3ek14MshG_5g5FAIIzXoys5Viono9NmlY_Z6240AouNy5VXv6EbEiVa295A1Te2eVCmnSds3Vh8SIXTysT/s320/Gambar+Blog+%25282%2529.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWkcCy1oXlPPEYTO_km3dwPN3knAorULDXHXHur-VGUf3Z-TrvxMBICQdunN3ek14MshG_5g5FAIIzXoys5Viono9NmlY_Z6240AouNy5VXv6EbEiVa295A1Te2eVCmnSds3Vh8SIXTysT/s72-c/Gambar+Blog+%25282%2529.png
Iman Budi Pekerti
https://www.imanbudipekerti.com/2021/03/pilar-dan-fondasi-hidup-kristiani-masa.html
https://www.imanbudipekerti.com/
https://www.imanbudipekerti.com/
https://www.imanbudipekerti.com/2021/03/pilar-dan-fondasi-hidup-kristiani-masa.html
true
5109731088758417862
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content